Download Audio “Kumpulan Kajian-Kajian”

Karena jarang Posting lagi jadi sekarang ana kasi kumpulan kajian dan lain-lain yang telah ana upload sebelumnya. Bagi yang berminat silahkan download dan semoga bermanfaat, silahkan sebarkan tanpa syarat imbalan apa pun. Silahkan download disini

Iklan

Menu Ideal Dibulan Ramadhan

Sebagaimana hadits dari Anas bin Malik : “Rasulullah pernah berbuka puasa dengan ruthab (kurma basah) sebelum shalat, kalau tidak ada ruthab, maka beliau memakan tamr (kurma kering) dan kalau tidak ada tamr, maka beliau meminum air, seteguk demi seteguk” [HR Abu Dawud (no. 2356), Ad-Daruquthni (no. 240) dan Al-Hakim (I/432 no. 1576)]

Hadits diatas mengandung beberapa pelajaran berharga, antara lain :

[1]. Dianjurkannya untuk bersegera dalam berbuka puasa.

[2]. Dianjurkannya untuk berbuka puasa dengan ruthab (kurma basah), apabila tidak ada maka boleh memakan tamr (kurma kering), jika tidak ada pula maka minumlah air.
Selengkapnya

Ramadhan sebentar lagi.!!!

Saudara-saudaraku -semoga Allah merahmati kalian-. Alhamdulillah bulan yang penuh barakah dan penuh ampunan akan menjumpai kita sebentar lagi. Tentulah kita akan meningkatkan ibadah dibulan yang penuh barakah dan ampunan ini. Allah Azza wa Jalla telah menjelaskan keutamaan-keutamaannya, seperti firman Allah Ta’ala

Artinya : Dan kalau kalian berpuasa itu lebih baik bagi kalian kalau kalian mengetahuinya. (Surat Al-Baqoroh : 184)

Dan Alhamdulillah bulan yang penuh barakah dan ampunan itu tinggal beberapa hari lagi, dihitung dengan jari pun, jari kita lebih. Ini menandakan bahwa bulan yang penuh berkah dan ampunan itu begitu dekat dan akan menajadi tamu kita untuk menghaphapus dosa-dosa kita. Kita patut bangga dan bahagia karena kita mendapat tamu bulan yang penuh barakah dan ampunan. Saudaraku, Ramadhan adalah bulan kebaikan dan barakah, Allah memberkahinya dengan banyak keutamaan diantaranya dalah sebagai berikut :

selengkapnya

Beberapa Istilah hadist

  • Dha’if (Lemah)

Suatu hadist yang tidak memenuhi salah satu sifat hadist hasan, seperti terputusnya sanad, lemahnya hafalan perawinya dan sebagainya.

  • Dha’if Jiddan (Lemah sekali)

Suatu hadist yang pada sanadnya terdapat perawinya yang lemah sekali disebabkan tertuduh berdusta dalam hadist, bayak salah dan sangat lalai.

  • Maudhu’ (Palsu)

Hadist yang didustakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam, baik secara sengaja maupun tidak.

  • Laa Ashla Lahu (tidak ada asalnya)

Maksudnya disini adalah hadist yang tidak memiliki sanad

  • Marfu’

Suatu hadist yang disandarkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam, baik berupa ucapan maupun perbuatan ataupun persetujuan.

  • Munkar

Suatu hadist lemah yang menyelisi hadist shahih.

Hadits-Hadits Palsu Tentang Keutamaan Shalat Dan Puasa Di Bulan Rajab (1)

Oleh

Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Apabila kita memperhatikan hari-hari, pekan-pekan, bulan-bulan, sepanjang tahun serta malam dan siangnya, niscaya kita akan mendapatkan bahwa Allah Yang Maha Bijaksana mengistimewakan sebagian dari sebagian lainnya dengan keistimewaan dan keutamaan tertentu. Ada bulan yang dipandang lebih utama dari bulan lainnya, misalnya bulan Ramadhan dengan kewajiban puasa pada siangnya dan sunnah menambah ibadah pada malamnya. Di antara bulan-bulan itu ada pula yang dipilih sebagai bulan haram atau bulan yang dihormati, dan diharamkan berperang pada bulan-bulan itu.

Allah juga mengkhususkan hari Jum’at dalam sepekan untuk berkumpul shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah yang berisi peringatan dan nasehat.

Ibnul Qayyim menerangkan dalam kitabnya, Zaadul Ma’aad,[1] bahwa Jum’at mempunyai lebih dari tiga puluh keutamaan, kendatipun demikian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mengkhususkan ibadah pada malam Jum’at atau puasa pada hari Jum’at, sebagaimana sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

selengkapnya

Hadits-Hadits Palsu Tentang Keutamaan Shalat Dan Puasa Di Bulan Rajab (2)

Oleh

Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

PENJELASAN PARA ULAMA TENTANG MASALAH RAJAB

[1]. Imam Ibnul Jauzy menerangkan bahwa hadits-hadits tentang Rajab, Raghaa’ib adalah palsu dan rawi-rawi majhul. [Lihat al-Maudhu’at (II/123-126)]

[2]. Kata Imam an-Nawawy: “Shalat Raghaa-ib ini adalah satu bid’ah yang tercela, munkar dan jelek.” [Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 140)]

Kemudian Syaikh Muhammad Abdus Salam Khilidhir, penulis kitab as-Sunan wal Mubtada’at berkata: “Ketahuilah setiap hadits yang menerangkan shalat di awal Rajab, pertengahan atau di akhir Rajab, semuanya tidak bisa diterima dan tidak boleh diamalkan.” [ Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 141)]
selengkapnya