- Dha’if (Lemah)
Suatu hadist yang tidak memenuhi salah satu sifat hadist hasan, seperti terputusnya sanad, lemahnya hafalan perawinya dan sebagainya.
- Dha’if Jiddan (Lemah sekali)
Suatu hadist yang pada sanadnya terdapat perawinya yang lemah sekali disebabkan tertuduh berdusta dalam hadist, bayak salah dan sangat lalai.
- Maudhu’ (Palsu)
Hadist yang didustakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam, baik secara sengaja maupun tidak.
- Laa Ashla Lahu (tidak ada asalnya)
Maksudnya disini adalah hadist yang tidak memiliki sanad
- Marfu’
Suatu hadist yang disandarkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam, baik berupa ucapan maupun perbuatan ataupun persetujuan.
- Munkar
Suatu hadist lemah yang menyelisi hadist shahih.
DIarsipkan di bawah: Hadist
dari Sahabat Abdullah bin Mas'ud. Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda : "Sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah (Al-Qur'an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam. Seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan (Bid'ah) dalam agama. Dan setiap Bid'ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan itu tempatnya di Neraka. ("H.R imam Ahmad (I/392-393), Abu Dawud no.1892, an-Nasa-i (III/ 104-105), at-Tirmidzi no.1105)













